Showing posts with label Motor. Show all posts
Showing posts with label Motor. Show all posts

Monday, August 10, 2026

BMW R50/5 Motor Klasik Jerman dengan Mesin Boxer yang Legendaris

Motor BMW R50/5


BMW R50/5 merupakan salah satu sepeda motor klasik yang memiliki tempat istimewa dalam sejarah BMW Motorrad. Motor ini menjadi bagian dari keluarga BMW /5 Series, bersama R60/5 dan R75/5, yang diperkenalkan untuk model tahun 1970. Kehadiran seri /5 menandai perubahan besar pada desain dan teknologi sepeda motor BMW, sekaligus menjadi awal dari generasi mesin Airhead Boxer yang kemudian terkenal selama puluhan tahun.
BMW R50/5 merupakan varian dengan kapasitas mesin paling kecil dalam keluarga /5. Meskipun hanya menggunakan mesin 498 cc, motor ini menawarkan konstruksi yang kuat, karakter mesin khas boxer, serta desain sederhana yang membuatnya tetap menarik bagi penggemar sepeda motor klasik hingga sekarang.

Sejarah BMW R50/5
BMW memperkenalkan keluarga /5 pada akhir 1969 untuk model tahun 1970. Seri tersebut terdiri atas tiga model, yaitu R50/5 500 cc, R60/5 600 cc, dan R75/5 750 cc. Produksi keluarga /5 dilakukan di fasilitas BMW yang baru di Spandau, Berlin.
BMW R50/5 sendiri diproduksi dari sekitar 1969 hingga 1973, dengan tahun produksi/model yang umumnya dikenal sebagai 1970–1973. BMW Group Classic mencatat kapasitas mesinnya sebesar 498 cc dan tenaga maksimum 24 kW atau sekitar 32 hp pada 6.400 rpm.
Model ini dirancang sebagai penerus R50/2. Dibandingkan generasi sebelumnya, R50/5 membawa banyak perubahan, termasuk rangka tubular baru, garpu teleskopik, sistem kelistrikan 12 volt, serta mesin boxer generasi baru.

 

Mesin Boxer 498 cc
Salah satu daya tarik terbesar BMW R50/5 adalah mesin dua silinder berlawanan secara horizontal atau flat-twin boxer. Mesin ini menggunakan pendingin udara dan memiliki konfigurasi OHV dengan dua katup pada setiap silinder.
Mesin tersebut mempunyai diameter piston 67 mm dan langkah 70,6 mm, menghasilkan kapasitas sekitar 498 cc. Rasio kompresinya tercatat 8,6:1.
Tenaga maksimum mencapai sekitar 32 hp pada 6.400 rpm, sementara torsi maksimum sekitar 39 Nm pada 5.000 rpm. Karakter mesin seperti ini membuat R50/5 lebih menonjolkan tenaga yang halus dan karakter berkendara yang santai dibandingkan mengejar performa tinggi.
Menariknya, mesin boxer generasi /5 mengalami perubahan konstruksi yang cukup besar dibandingkan mesin BMW generasi sebelumnya. BMW menggunakan crankshaft satu bagian dan sistem bearing jenis plain bearing, sementara camshaft ditempatkan di bawah crankshaft. Perubahan tersebut menjadi bagian penting dari perkembangan mesin boxer BMW berikutnya.

Transmisi 4 Percepatan
Tenaga mesin disalurkan melalui transmisi manual 4-percepatan. Sistem kopling menggunakan tipe single-plate dry clutch.
Pada masanya, konfigurasi empat percepatan tersebut sudah cukup untuk mendukung karakter R50/5 sebagai sepeda motor jalan raya. Pengendara mendapatkan perpindahan gigi yang sederhana dan karakter berkendara yang khas motor BMW klasik.

Desain dan Sasis
BMW R50/5 menggunakan rangka tubular double-loop dengan bagian belakang yang dapat dilepas atau dibaut. Desain ini merupakan salah satu perubahan penting dibandingkan konstruksi BMW generasi sebelumnya.
Suspensi depan menggunakan garpu teleskopik, sedangkan bagian belakang menggunakan sistem swingarm. Kombinasi tersebut memberikan karakter pengendalian yang lebih modern dibandingkan beberapa BMW generasi sebelumnya.
Untuk sistem pengereman, R50/5 masih mengandalkan rem tromol, sesuai teknologi sepeda motor pada era tersebut.

Kecepatan Maksimum
Menurut BMW Group Classic, BMW R50/5 mampu mencapai kecepatan maksimum sekitar 157 km/jam atau 96 mph. Angka tersebut cukup mengesankan untuk sepeda motor 500 cc dari awal dekade 1970-an.
Namun, angka kecepatan maksimum bukanlah alasan utama motor ini menjadi terkenal. R50/5 lebih dikenal karena kualitas konstruksi, karakter mesin boxer, kenyamanan berkendara, dan daya tahannya.

Sistem Kelistrikan dan Electric Starter
Salah satu inovasi menarik pada R50/5 adalah penggunaan sistem kelistrikan 12 volt dan alternator Bosch. Sistem starter elektrik tersedia sebagai pilihan pada R50/5, sesuatu yang pada saat itu menjadi fitur yang cukup maju untuk sepeda motor. BMW sendiri menyebut electric starter sebagai salah satu inovasi penting pada model tersebut.
Selain starter elektrik, sistem starter mekanis atau kick starter tetap menjadi bagian dari karakter motor ini.

Tampilan Klasik yang Tak Lekang Waktu
Secara desain, BMW R50/5 memiliki penampilan yang sederhana namun elegan. Tangki bahan bakar, lampu depan berbentuk bulat, jok panjang, knalpot model klasik, serta mesin boxer dengan dua kepala silinder yang menonjol ke kiri dan kanan memberikan identitas yang sangat kuat.
Salah satu ciri menarik keluarga /5 adalah penggunaan tangki dengan panel krom pada beberapa versi. Model tahun 1972 juga dikenal dengan tangki berbentuk persegi panjang berkapasitas lebih besar yang kemudian mendapatkan julukan "Toaster" karena tampilan panel kromnya.


Spesifikasi BMW R50/5
Spesifikasi :
Periode produksi : 1969–1973
Kapasitas mesin : 498 cc
Konfigurasi : 2-silinder boxer
Pendingin : Udara
Sistem katup : OHV
Jumlah katup : 2 katup/silinder
Diameter x langkah : 67 x 70,6 mm
Rasio kompresi    : 8,6:1
Tenaga maksimum : 32 hp / 24 kW @ 6.400 rpm
Torsi maksimum : ±39 Nm @ 5.000 rpm
Karburator : 2 buah Bing
Transmisi : Manual 4-percepatan
Kopling    : Single-plate dry clutch
Sistem pengapian : Battery ignition
Alternator : Bosch 12 V / 180 W
Starter : elektrik Opsional
Suspensi depan    : Garpu teleskopik
Suspensi belakang : Swingarm
Rem : Tromol
Kecepatan maksimum : ±157 km/jam
Jumlah produksi : sekitar 7.865 unit
Data spesifikasi teknis di atas bersumber dari dokumentasi BMW R50/5 dan arsip BMW Group Classic.

R50/5 dan Awal Era "Airhead"
BMW R50/5 mempunyai arti penting karena menjadi bagian dari generasi mesin boxer yang kemudian dikenal luas sebagai Airhead. Keluarga /5 memperkenalkan desain mesin boxer yang benar-benar baru dan menjadi fondasi bagi perkembangan berbagai model BMW R-Series berikutnya.
Dengan konstruksi yang relatif sederhana, mesin berpendingin udara tersebut juga terkenal mudah dikenali. Dua kepala silinder yang mencuat ke sisi kiri dan kanan motor menjadi salah satu identitas paling kuat dari sepeda motor BMW klasik.

Kesimpulan
BMW R50/5 bukanlah sepeda motor dengan kapasitas mesin terbesar ataupun tenaga paling tinggi pada zamannya. Namun, motor ini mempunyai peran penting dalam sejarah BMW Motorrad.
Mesin boxer 498 cc, rangka baru, garpu teleskopik, sistem kelistrikan 12 volt, pilihan electric starter, serta desain khas Jerman membuat R50/5 menjadi salah satu sepeda motor klasik yang menarik untuk dikoleksi.
Saat ini, BMW R50/5 tidak hanya dipandang sebagai kendaraan tua, tetapi juga sebagai bagian penting dari sejarah perkembangan mesin boxer BMW. Kesederhanaan mekanis, desain klasik, dan karakter berkendaranya membuat motor ini tetap memiliki daya tarik tersendiri bagi kolektor dan penggemar classic motorcycle.



Tuesday, May 5, 2026

Triumph Bonneville T90 Motor Klasik Inggris yang Legendaris

Mengenal Sepeda Motor Triumph T90 ( Inggris )

Pendahuluan

Triumph Bonneville merupakan salah satu motor legendaris asal Inggris yang memiliki sejarah panjang sejak tahun 1959. Dari keluarga Bonneville inilah lahir berbagai varian, salah satunya adalah Triumph T90 (Tiger 90) motor klasik berkapasitas CC kecil yang tetap membawa DNA sport khas Triumph.
Motor ini sangat populer di era 1960-an karena desainnya yang elegan, performa yang cukup responsif, serta identitas klasik Inggris yang kuat. Hingga saat ini, T90 masih menjadi incaran kolektor dan pecinta motor vintage.

Sejarah Singkat Triumph T90
Triumph Tiger 90 (T90) diproduksi sekitar tahun 1963 hingga 1969 sebagai pengembangan dari model sebelumnya, yaitu Triumph 3TA. Motor ini dirancang lebih sporty dengan peningkatan rasio kompresi dan performa mesin.
T90 menjadi pilihan bagi pengendara yang menginginkan motor ringan namun tetap bertenaga, berbeda dari Bonneville yang umumnya memiliki kapasitas mesin lebih besar.

Desain dan Karakteristik
Triumph T90 memiliki desain khas motor klasik Inggris, dengan ciri-ciri:

  • Tangki bahan bakar berbentuk membulat
  • Lampu depan bulat klasik
  • Posisi duduk nyaman (upright riding position)
  • Knalpot ganda (dual exhaust)
  • Tampilan minimalis namun elegan
  • Secara keseluruhan, desainnya mengusung gaya retro klasik yang hingga sekarang masih menjadi inspirasi motor modern.


Spesifikasi Triumph T90 (Tiger 90)
Berikut adalah spesifikasi umum dari Triumph T90 :

  • Tipe mesin: 4-tak, parallel twin
  • Kapasitas mesin: 349 cc
  • Sistem pendingin: Udara (air-cooled)
  • Rasio kompresi: ± 9:1
  • Sistem bahan bakar: Karburator
  • Transmisi: Manual
  • Kelistrikan: Awalnya 6V, kemudian diperbarui menjadi 12V (sekitar 1966)

Performa dan Kelebihan
Meskipun hanya 350 cc, Triumph T90 memiliki beberapa keunggulan:

  • Mesin halus dan responsif
  • Bobot ringan, mudah dikendalikan
  • Cocok untuk penggunaan harian maupun touring santai
  • Nilai klasik tinggi (koleksi)

Motor ini juga dikenal memiliki karakter suara khas mesin twin silinder yang menjadi ciri motor Inggris.

Kesimpulan
Triumph Bonneville T90 adalah salah satu motor klasik yang memiliki nilai historis tinggi. Dengan desain elegan, mesin yang cukup bertenaga di kelasnya, serta aura vintage yang kuat, motor ini tetap relevan hingga saat ini baik sebagai kendaraan hobi maupun koleksi.
Bagi pecinta motor klasik, T90 bukan hanya kendaraan, tetapi juga simbol kejayaan industri otomotif Inggris di masa lalu. T90 yang beredar di Indonesia didatangkan secara build up dari negara penciptanya yaitu Inggris, adapu saat ini negara India sudah memiliki hak secara lesensi untuk merakit dan memasarkan motor denga merk Triumph ini.

Monday, March 30, 2026

Suzuki RG250 Motor Sport 2-Tak Legendaris

Mengenal Sepeda Motor Suzuki RG250 (Jepang)

Suzuki RG250 merupakan salah satu motor sport 2-tak (two-stroke) yang cukup terkenal di akhir tahun 1970-an hingga awal 1980-an. Motor ini diproduksi oleh Suzuki pada periode 1978–1982 sebagai penerus dari seri GT250.
Motor ini hadir pada masa ketika motor 250 cc masih cenderung berat dan kurang lincah. Namun, RG250 membawa perubahan besar dengan bobot yang jauh lebih ringan dan performa yang lebih responsif, sehingga menjadi favorit di kalangan pecinta motor sport saat itu.

Keunggulan dan Karakteristik
Beberapa keunggulan utama Suzuki RG250:
Menggunakan mesin 2-tak yang terkenal responsif dan bertenaga
Bobot ringan, sehingga akselerasi lebih cepat
Desain sporty khas era 80-an
Sudah menggunakan transmisi 6 percepatan, cukup modern untuk zamannya
Sistem pendingin udara dengan teknologi ram-air
Motor ini juga dikenal memiliki rasio tenaga terhadap berat yang baik, sehingga mampu memberikan pengalaman berkendara yang agresif dan menyenangkan.

Perkembangan
Kesuksesan RG250 kemudian melahirkan generasi berikutnya yaitu RG250 Gamma, yang membawa teknologi lebih canggih dan desain lebih modern.

Spesifikasi Suzuki RG250
Berikut spesifikasi umum dari Suzuki RG250:

Mesin

  • Tipe mesin : 2-tak, 2 silinder (parallel twin)
  • Kapasitas : 247 cc
  • Sistem pendingin : Udara
  • Tenaga maksimum : ±30 HP @ 8.000 rpm
  • Torsi maksimum : ±28,4 Nm @ 7.000 rpm

Transmisi

  • Gearbox : 6 percepatan (manual)
  • Sistem penggerak : Rantai

Dimensi & Berat

  • Panjang : ±2.005 mm
  • Lebar : ±760 mm
  • Tinggi : ±1.055 mm
  • Wheelbase : ±1.320 mm
  • Berat kering : ±126 kg

Kaki-kaki

  • Suspensi depan : Teleskopik
  • Suspensi belakang : Twin shock
  • Rem depan : Cakram
  • Rem belakang : Tromol

Kapasitas

  • Tangki bahan bakar : ±15 liter

Performa

  • Kecepatan maksimum : ±160 km/jam
  • Akselerasi 0–400 m : ±14,2 detik

Kesimpulan
Suzuki RG250 adalah motor sport klasik yang memiliki nilai sejarah tinggi. Dengan mesin 2-tak yang ringan dan bertenaga, motor ini menjadi salah satu pelopor motor sport ringan yang agresif pada masanya.
Hingga sekarang, RG250 masih banyak diburu oleh kolektor dan pecinta motor klasik karena:
Nilai historisnya
Sensasi mesin 2-tak yang khas
Desain retro yang ikonik


Sunday, February 22, 2026

Mengenal Motor Klasik DKW Hummel: Motor Kecil Legendaris dari Jerman

Mengenal Sepeda Motor DKW Hummel (Jerman)

Motor klasik selalu memiliki daya tarik tersendiri bagi para pecinta otomotif. Salah satu motor lawas yang cukup unik dan kini menjadi buruan kolektor adalah DKW Hummel. Motor ini dikenal dengan desain futuristik di zamannya serta teknologi yang cukup maju pada era 1950–1960-an.


Sejarah Singkat DKW Hummel

DKW merupakan produsen sepeda motor asal Jerman yang sangat terkenal pada awal abad ke-20. Perusahaan ini kemudian bergabung dalam Auto Union, yang menjadi cikal bakal merek mobil Audi saat ini. Pada tahun 1956, DKW memperkenalkan motor kecil bernama Hummel. Nama “Hummel” sendiri berarti “lebah” dalam bahasa Jerman, menggambarkan motor kecil yang lincah dan praktis.
Motor ini hadir sebagai solusi transportasi murah bagi masyarakat Eropa setelah Perang Dunia II. Pada masa tersebut, kendaraan kecil, hemat bahan bakar, dan mudah digunakan sangat dibutuhkan.
Hummel diproduksi dalam beberapa generasi hingga pertengahan 1960-an, dan meskipun awalnya tidak terlalu populer, kini motor ini menjadi salah satu motor klasik yang cukup langka.

Desain yang Unik dan Futuristik

Salah satu daya tarik utama DKW Hummel adalah desainnya. Generasi awal masih terlihat seperti sepeda motor biasa, namun model setelah tahun 1961 memiliki tampilan yang sangat futuristik. Bodinya menggunakan rangka pressed steel (baja lembaran) dengan bentuk menyerupai skuter.
Tangki bahan bakar terintegrasi dengan bagian depan, serta banyak bagian mesin yang tertutup cover krom. Desain ini terinspirasi dari gaya otomotif Amerika pada masa itu, sehingga terlihat modern dan berbeda dibanding motor lain.
Karena bentuknya yang unik, beberapa orang menyebut model ini sebagai “tin banana” atau pisang kaleng.


Teknologi dan Inovasi

Meskipun berkapasitas kecil, DKW Hummel memiliki beberapa teknologi yang cukup maju pada zamannya. Salah satunya adalah penggunaan transmisi 3 percepatan, yang jarang ditemukan pada motor kecil saat itu. Bahkan, motor ini termasuk salah satu moped pertama di dunia dengan gearbox 3 speed.
Selain itu, Hummel memiliki sistem pedal seperti sepeda yang langsung terhubung dengan gearbox. Hal ini membuat pengendara dapat membantu mesin saat mulai berjalan tanpa perlu rantai tambahan.
Beberapa model juga sudah menggunakan pendingin kipas (fan cooling), yang membantu menjaga suhu mesin tetap stabil.

Spesifikasi Umum DKW Hummel

  • Berikut spesifikasi umum salah satu varian populer DKW Hummel:
  • Mesin: 1 silinder, 2 tak
  • Kapasitas: sekitar 48–50 cc
  • Pendingin: udara dengan kipas
  • Tenaga: sekitar 2 HP
  • Transmisi: 3 percepatan
  • Sistem starter: kick starter dan pedal
  • Kecepatan maksimum: sekitar 40–50 km/jam
  • Berat: sekitar 70–80 kg
  • Pada varian yang lebih tinggi seperti tipe 155, tenaga bisa mencapai sekitar 4 HP dengan kecepatan lebih tinggi.


Kenyamanan dan Kegunaan

DKW Hummel dirancang sebagai kendaraan harian. Suspensi belakang yang lebih nyaman dibanding pesaingnya membuat motor ini cukup disukai. Selain itu, konsumsi bahan bakarnya sangat irit, cocok untuk perjalanan jarak pendek di kota.
Motor ini juga digunakan oleh beberapa instansi seperti kepolisian di Eropa karena ringan dan mudah dikendalikan.

Koleksi dan Nilai Historis

Saat ini, DKW Hummel menjadi motor koleksi yang cukup mahal. Motor yang dulu kurang diminati justru kini memiliki nilai tinggi di pasar klasik. Beberapa unit dengan kondisi original dapat dihargai puluhan hingga ratusan juta rupiah, tergantung kondisi dan kelangkaannya.
Keunikan desain, sejarah panjang, serta teknologi inovatif membuat motor ini menjadi salah satu ikon moped klasik Eropa.


Kesimpulan

DKW Hummel merupakan motor kecil dengan sejarah besar. Motor ini bukan hanya alat transportasi, tetapi juga simbol perkembangan teknologi sepeda motor pasca perang. Desain futuristik, efisiensi, serta inovasi teknis menjadikannya salah satu motor klasik yang menarik untuk dikoleksi.
Bagi pecinta motor lawas, DKW Hummel adalah pilihan unik yang mencerminkan perpaduan teknologi, seni, dan sejarah otomotif dunia.

 

Wednesday, August 12, 2020

Mengenal Sepeda Motor Jialing Kancil JL 70-3

Bagi kalian yang muda di tahun 2000an sudah barang tentu tidak asing lagi dengan sepeda motor yang satu ini, sepeda motor ini dulu pernah menggebrak pasar sepeda motor di indonesia dengan memasarkan sepeda motor dengan harga terjangkau dan dengan kualitas yang baik.

Jialing kancil merupakan sebuah sepeda motor besutan jialing yang sangat menarik perhatian masyarakat kalangan bawah pada saat itu, dengan harga yang murah sempat mencuri perhatian masyarakat indonesia, mungkin saat ini masih ada beberapa unit yang sering lalu-lalang di daerah pinggiran kota atau di pedesaan di indonesia.

Berikut penulis memberikan gambaran tentang spesifikasi sepeda motor jialing kancil beserata foto yang penulis dapat dari berbagai sumber di internet.

Spesifikasi Motor :

Dimensi dan berat:

Panjang : 1.790 mm

Lebar : 756 mm

Tinggi : 990 mm

Jarak gandar : 1.190 mm

Jarak mesin ke tanah : 120 mm

Berat : 74,5 kg

Mesin:

Tipe : 4 langkah, 2 katup, berpendingin udara, SOHC

Jumlah silinder :  1

Isi silinder : 71,8 cc

Idle speed : 1.500 +/- 150 rpm

Sistem starter : Starter kaki (engkol)

Transmisi:

Kopling : Terendam oli, otomatis

Transmisi : 4 kecepatan

Susunan perpindahan gigi : Semua menurun ke bawah

Initial step : 4,059

Reduksi akhir (top) : 2,928

Perbandingan roda gigi:

Rendah : 3,181

Kedua : 1,705

Ketiga : 1,238

Ke-empat :  0,958

Penggerak : Rantai

Rangka:

Suspensi depan : Teleskopik, peredam oli

Suspensi belakang : Hidrolik spring

Rem depan : drum (tromol)

Rem belakang : drum (tromol)

Ukuran ban depan : 2.25 - 17 4PR, tekanan 175 kPa atau 25 psi

Ukuran ban belakang : 2.50 - 17 4PR, tekanan 220 kPa atau 32 psi

Kapasitas:

Tangki bensin : 3 liter, oktan 90

Oli mesin : 0,8 liter, API Service SF, SAE 10W/40

Sistem kelistrikan:

Tipe pengapian : CDI electronic ignition

Busi : T1136 atau T1137, gap 0.6-0.7 mm

Aki : 6 Volt 4 Ah